top of page
Cari

Idealisme dalam Diam: Beraksi Tanpa Pamrih

16 Sep 2023
2 menit membaca

Dalam beragam kegiatan sosial di luar pekerjaan sehari-hari, saya menemukan kepuasan dan tujuan yang lebih dalam. Terlibat dalam berbagai organisasi, pernah di Karang Taruna, PHBI, FKPM, PPK, PNPM, Poktan, Pamsimas, LKM-A, Koperasi, Bumdes, FP2WB, Target, BCU, PYCS, IUSC, RTIK, Ekraf Banjarnegara, dan banyak kegiatan Sosial lainnya yang lupa saya sebutkan, hingga saat ini di Komite Ekonomi Kreatif adalah cara saya untuk memberikan dampak positif pada lingkungan saya. Saya bukanlah seorang yang mencari nafkah dari kegiatan-kegiatan ini, bahkan sering kali mengorbankan sumber daya pribadi.


Saya melakukan semua ini karena saya suka berkontribusi. Bagi saya, hidup memiliki arti ketika kita dapat memberikan manfaat pada orang lain. Alhamdulillah, Tuhan telah memberikan saya rezeki yang cukup melalui pekerjaan dan usaha-usaha lainnya di luar kegiatan sosial tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Saya sebenarnya enggan untuk menyampaikan hal ini. Bagi saya, tindakan ini mungkin tampak kurang ikhlas atau terkesan riya. Namun, terpaksa saya tulis untuk menjawab keraguan dan kecurigaan beberapa orang yang menganggap bahwa saya mencari keuntungan pribadi dari kegiatan-kegiatan ini. Ada yang iri, ada yang mencoba mengganggu kegiatan saya, ada yang ingin menggantikan posisi saya, bahkan ada yang mencoba menjatuhkan saya.


Ini penting bagi saya untuk disampaikan agar orang tidak mudah terjebak dalam perspektif bahwa setiap kegiatan pasti bertujuan mencari uang atau keuntungan pribadi. Seringkali, mereka cenderung mengukur kegiatan orang lain dengan standar mereka sendiri, yaitu bahwa tujuan utama berkegiatan adalah untuk mencari uang.


Saya tidak mencari popularitas atau ketenaran. Saya juga tidak tergila-gila dengan jabatan atau penghargaan. Saya tidak memamerkan setiap kegiatan saya di media sosial atau melakukan pameran sosial. Menurut saya, hal-hal tersebut tidak penting. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana saya bisa memberikan manfaat kepada orang lain.


Saya seorang idealis, meskipun di zaman ini tampaknya idealisme terasa semakin langka. Namun, sebenarnya masih ada banyak orang yang memegang prinsip-prinsip idealisme, meskipun sering kali tertutup oleh pendekatan pragmatis.


Prinsip saya saat ini adalah bagaimana saya bisa memberikan manfaat kepada banyak orang. Jika ada yang merasa iri atau menyebarkan fitnah tentang saya, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Hal tersebut mungkin dapat mengurangi dosa-dosa saya, karena saya percaya bahwa memberikan manfaat pada sesama adalah tujuan utama dalam hidup ini.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page